Memasuki lereng gunung bersua dengan udara malam, dan menikmati segarnya udara pagi merupakan pengalaman yang tak terlupakan saat saya melaksanakan kewajiban sebagai relawan pengajar di SDN Sempu 1, Ngancar, Kabupaten Kediri, yang merupakan kawasan Lereng Kelud. Disini saya melihat sesuatu yang berbeda saat aktivitas pagi hari sebelum jam pelajaran dimulai, dibandingkan dengan aktivitas anak-anak di sekolah perkotaan pada umumnya.
Para siswa datang saat embun baru saja mulai menguap oleh hangatnya mentari, ya masih sangat pagi, bahkan kami pun saat itu masih belum selesai persiapan untuk kegiatan Kelas Inspirasi. Mereka datang cepat bukan karena mengetahui adanya kegiatan yang berbeda saat itu, tapi karena memang telah dibiasakan. Kedatangan mereka yang sangat dini bukan juga untuk bermain atau membeli jajanan, melainkan untuk bekerjasama membersihkan lingkungan sekolah, terutama halaman sekolah karena sekolah ini masih belum punya tukang kebun untuk membersihkan sekolah yang terbilang cukup luas. Tidak ada protes, baik dari siswa maupun wali siswa meskipun mereka disuruh menyapu halaman, karena kegiatan ini didasari rasa toleransi, gotong royong serta senang hati karena merasa memiliki atas sekolah yang mereka tempati, sungguh kegiatan yang jarang dan bahkan mungkin tidak kita temukan pada kegiatan siswa SD di area perkotaan. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut bisa menjadi solusi atas keterbatasan yang ada di sekolah. Tidak lain hal nya dengan kegiatan Kelas Inspirasi Kediri 4 yang kami laksanakan di sekolah ini, meskipun hanya sehari dan hanya memperkenalkan sedikit profesi, tapi kami berharap bisa menjadi solusi bagi para siswa yang sangat antusias atas kedatangan kami, untuk melihat hal yang nyata dari apa yang mereka impikan, sehingga meningkatkan keinginan untuk mencapainya.
Muhammad Taukhid – Dosen
Relawan Pengajar
SDN Sempu 1 Kecamatan Ngancar
Kabupaten Kediri
