Cita-Cita itu Seperti Tanaman, Butuh Dirawat

Perkenalkan nama saya Daeff Bisri Zulkarnain. Biasa dipanggil dengan Zulkarnain. Profesi saya adalah Junior Staff Bidang Produksi dan Pengembangan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jombang. Saya megikuti Kegiatan Kelas Inspirasi Kediri 4 dengan penempatan di SDN Ngancar 2 Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri karena bahwasanya saya ingin terlibat menjadi bagian membuat Kabupaten/Kota Kediri dan secara general membuat Indonesia jauh lebih baik. Harapannya akan ada cahaya dari Kabupaten/Kota Kediri yang akan menerangi berbagai pelosok yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedepan buat Kelas Inspirasi Kediri, diperbanyak lagi sekolahnya, diperbanyak lagi profesinya, agar anak-anak banyak tahu referensi tentang cita-citanya.

mas-zul-thumbnail-2

Pagi itu tanggal 30 April 2016 di SDN Ngancar 2 Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri tidak seperti biasanya. Ada rombongan belajar dari Kelas Inspirasi Kediri 4. Hari sabtu pagi menjelang siswa dan siswi SDN Ngancar 2 sebelum melakukan aktifitas belajar seperti biasanya. Pihak sekolah dan rombongan belajar melakukan aktifitas upacara bendera di halaman sekolah. Kami melakukan dengan hikmah dan penuh semangat.

Pada sesi waktu jam ketiga, saya mengajar di kelas 3. Sebelum mengajar saya disambut nyanyian serentak atau yel-yel oleh para siswa dan siswi di kelas 3 ini, kemudian saya balas pula nyayian atau yel-yel kepada mereka. Saya memperkenalkan diri dan saya menawarkan kepada mereka untuk belajar di indoor atau outdoor. Serentak mereka jawab “diluaaaaarrrrrr” Ok, Kita keluar bareng-bareng menuju halaman di depan kelas ya. Nah, sesampai di halaman kelas, saya kembali menawarkan pada murid untuk melakukan aktifitas membuat lubang. Salah satu murid mengacungkan tangan dan secara sukarela murid tersebut membuat lubang sesuai intruksi yang saya berikan. Begitu semangat murid ini, agar ada pergantian membuat lubang ini atau ada kerja sama dalam mengerjakan tugas. Saya kembali menawarkan kepada murid-murid untuk mencoba membuat lubang. Murid lain mengacungkan tangan dan saya menunjuk murid tersebut untuk melanjutkan membuat lubang. Jumlah lubang sudah mencukupi 25 lubang sebagaimana jumlah bibit terong yang saya bawa ini.

Awalnya para siswa-siswi berebutan mengambil bibit terong ini, lalu saya menginstruksikan mereka untuk berbaris 2 kebelakang dan dibantu oleh Ria Fasilitator di kelas 3 ini. Saya memberi contoh kepada murid-murid teknik bercocok tanam yang baik dan mereka bergantian mengikuti contoh yang saya berikan.

Saya melihat murid-murid kelas 3 ini sangat menikmati aktifitas bercocok tanam di pagi hari ini. Selesai menanam saya mengingatkan mereka untuk mengambil air, agar tanaman yang mereka tanam mendapatkan asupan air. Proses penyiraman pun telah dilakukan, kembali saya mengajak murid-murid untuk berkumpul di sebelah tanaman yang mereka tanam dan saya menunjuk ketua kelas untuk mengingatkan teman sekelasnya dimulai besok pagi untuk melakukan proses penyiraman serta perawatan supaya bibit yang mereka tanam tumbuh menjadi besar juga menghasilkan buahnya.

Jam terakhir saya mengajar di kelas V, seperti jam ngajar dikelas sebelumnya. Saya memperkenalkan diri sebagai Junior Staff di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jombang. Pada jam terakhir kami melakukan aktifitas penulisan bangun datar cita-cita yang digantungkan di sebelah kanan bawah jendela kelas. Harapannya akan ada generasi profesional muda dimasa yang akan datang.

Jam mengajar pun telah selesai, tibalah waktu untuk penyemaian selendang duta cita-cita dari tiap kelas. Saya pun ditunjuk sebagai penyemai selendang cita-cita. Murid tersebut sangat terlihat bahagia dan penuh semangat. Puncak kegiatan Kelas Inspirasi Kediri 4 ini, ada aktifitas penanaman pohon. Saya pun menggali lubang dan pohon tersebut ditanam oleh perwakilan siswa dan siswi.